Showing all 5 results

Show sidebar
-20%
Close

Adat Berdaulat: Melawan Serbuan Kapitalisme di Aceh

Rp45,000.00 Rp36,000.00
ISBN: 978-602-0857-01-5 “Salah satu anggapan dasar buku ini adalah bahwa adat memiliki kaidah dan nilai-nilai yang lebih adil dan berkelanjutan
-20%
Close

Djamhari Penemu Kretek ( 100 Tahun Sejarah yang terpendam dan lika- liku pencarian jejaknya )

Rp135,000.00 Rp108,000.00
ISBN: 978-60272250-3-9 Buku ini sangat luar biasa. Masyarakat pribumi yang selama ini dipadang tidak begitu memiliki jiwa entrepreneurship dan penemu
-20%
Close

Manusia Jawa Mencari Kebeningan Hati ( Menuju Tata hidup – Tata krama – Tata prilaku )

Rp39,000.00 Rp31,200.00
Sungguh sebuah kasunyatan yang tak terbantahkan,tragis sekaligus memilukan. Bahwa ketika indonesia ( termasuk tanah jawa ) telah menangi rejaning jaman ( mengalami zaman dan kehidupan yang lebih baik ), banyak orang justru tengah berada dalam kebingungan dan kegelapan. Nuraninya tertutup awan hitam, sehingga matahari,bulan, maupun bintang gemintang tak mampu memberikan penerangan dan pencerahan sama sekali. Akibatnya, langkah maupun perjalanan hidupnya senantiasa mengalami sasar-susur ( kesasar atau tersesat ),terus menerus menyimpang dari angger-angger ( aturan-aturan) dan wewaler ( melanggar larangan). Tak henti-hentinya melanggar tata susila, menerjang norma-norma kemanusiaan, melecehkan hak asasi,dan tega menumbuhkembangkan angkara murka merajalela dimana-mana. Hidup dengan senantiasa mengandalkan beningnya hati,sungguh bukan mudah. Karena terbukti dimana-mana banyak terjadi benturan dan malapetaka karena ulah manusia sendiri. Artinya, ketika jutaan orang benar-benar berusaha memayu hayuning bawana ( berbuat baik dengan memelihara kelestarian dan keindahan bumi seisinya ) serta mewujudkan kehidupan yang tata tentrem kerta raharja ( makmur,tertata,tentram,aman,selamat, dan sejahtera ), yang lain juga sibuk mengembangkan diri menjadi virus-bakteri demi meraih kepentingannya sendiri, demi memuaskan nafsu angkara murka yang telah tumbuh di seluruh pori-pori. Semoga tulisan -tulisan dalam buku ini bermanfaat serupa lilin kecil dalam kegelapan di malam hari ketika listrik diseluruh kota dan kampung halaman kita mati.
Close

Serat Balungan Lampiran Ringgit Gedhog Gagrak Surakarta

Rp55,000.00
Kehadiran buku Serat Balungan Lampahan Ringgit Gedhog di harapkan dapat memberi secercah harapan bagi pengembangan seni pertunjukan ini, dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat tentang seluk beluk lakon yang dipergunakannya, dengan sumber naskah-naskah era Surakarta yang masih tersimpan di berbagai perpustakaan.
-20%
Close

Tiada Jalan Bertabur Bunga ( Memoar Pulau Buru Dalam Sketsa )

Rp65,000.00 Rp52,000.00
Gregorius Soeharsojo Goenito adalah seorang seniman yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Setelah belajar kesenian di Perguruan Taman Siswa, Madiun, ia melukis, bermusik, bermain drama dan teater bareng Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pada paruh pertama 1960-an. Imbas dari peristiwa 1965 membawanya “tugas belajar” dari penjara ke penjara hingga akhirnya ia diasingkan di Pulau Buru oleh rezim Orde Baru. Sepuluh tahun ia menjalani pengasingan sebagai tahpol di Buru (1969–1979). Di bawah komando Badan Pelaksana Resettlement dan Rehabilitasi Pulau Buru (Bapreru), Gregorius bersama para tahpol lain harus menghadapi siksaan, mengalami kerja paksa, juga memendam rasa rindu kepada keluarga. Sulit. Tetapi, Gregorius mencoba sabar dan percaya bahwa manusia punya ketegaran masing-masing untuk tetap bertahan. Di tengah situasi sulit itulah bahan memoar tulisan dan sketsa ini lahir. Gregorius mengekspresikan memori, histori, dan perenungannya sebagai tahpol dalam tulisan dan sketsa ini tidak hanya dengan marah dan meratap, tetapi juga dengan menertawainya. “Aku tak ingin mengenang Pulau Buru sebagai kenangan pahit, nyatanya setiap jalan menuju cita-cita tak selalu indah,” tuturnya. ***